Lodzboard – Di dunia ini, banyak bisnis dimulai dengan cara tidak sengaja, dan tumbuh pula secara organik. Banyak profil pengusaha yang tak terhitung jumlahnya mengatakan segala kesuksesan itu tidak terjadi secara tiba-tiba, semuanya mempunyai sebab musababnya. Termasuk dalam membangun bisnis, seperti yang dilakukan para CEO terkenal yang saat ini telah sukses membangun bisnisnya yang kebanyakan dari mereka memulai usahanya dari nol.

Pola pikir saat memandang realitas memiliki peran yang sangat penting dalam membangun bisnis anda hingga berkembang lebih pesat. Sebba setiap perilaku atau kegiatan berawal dari yang anda pikirkan. Disini kita bisa mempelajari cara pandang bisnis dari para CEO terkena dalam membangun bisnisnya hingga sukses seperti sekarang ini.

Dibawah ini adalah beberapa pandangan para CEO besar di dunia yang telah sukses membangun bisnisnya yang bisa kita pelajari.

1. Bill Gates (CEO, Microsoft)

Fokus Pada Bidang Kompetensi

“Mempertahankan fokus adalah kunci sukses. Anda seharusnya memahami bidang kompetisi Anda, keterampilan Anda, dan menghabiskan waktu serta energi Anda di sana”

Tak pernah ada yang mengira bahwa pendidi sekaligus pembuat software paling terkenal di dunia “Microsoft”, pernah di drop out dari sekolahnya. Tetapi walau begitu, kini Microsoft telah membawa Bill Gates sebagai orang yang masuk ke dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.

Salah satu faktor yang menjadi dasar kesuksesan Bill Gates adalah fokus dalam kompetisi, keterampilan dan juga investasi waktu serta energinya dalam dunia pemograman komputer.

Bill Gates sangat memahami apa saja yang menjadi minatnya dan fokus untuk mewujudkannya. Dan tentu dalam setiap perjalanan microsoft hingga sukses seperti sekarang ini tidak akan mungkin terjadi jika Bill Gates tidak teguh dalam mempertahankan fokusnya pada bidang yang ia minati.

2. Jack Ma (Alibaba)

Tim Yang Kompak dan Kompeten Memiliki Power 10 kali lipat

“Jika kita adalah satu tim yang baik dan tahu apa yang mesti kita lakukan. Satu orang saja dari kita bisa mengalahkan sepuluh kompetitor” Jack Ma.

Sebuah tim yang solid dan punya jiwa berkompetisi memberi dampak yang sangat kuat pada sebuah bisnis, selain fokus pada kompetensi dan keahlian waktu serta energi. Hal ini pernah diungkapkan oleh bos Alibaba Group Jack Ma.

Seperti yang kita ketahui, Alibaba merupakan e-commerce besar yang terus berkembang hingga saat ini. Berbagai macam sektor dikuasai didalamnya, mulai dari marketplace, industri perfilman hingga fintech. Tetapi perlu anda ketahui bawah Jack Ma memulai usahanya dari nol.

Jack Ma mengungkapkan kerjasama tim yang solid merupakan faktor yang membuat Alibaba menjadi besar. Karena ketatnya kompetisi atau persaingan, hampir tidak mungkin jika sebuah bisnis bisa berkembang tanpa sebuah tim yang kompak.

Begitulah yang Jack Ma maksudnya bahwa kerja tim yang baik dapat mengalahkan 10 pesaing. Dengan tim yang penuh rasa kompteisi di dalamnya serta antusias di bidangnya juga dapat memberikan ide-ide serta eksekusi terbaik untuk secara efektif dan efisien menentukan proses bisnis seperti produk, layanan sampai ke pemasaran. Sehingga walaupun jumlahnya sedikit, tetap strong impactful.

3. Nadhiem Makariem (Gojek)

Tetap Jeli Melihat Peluang

“Momentum adalah hal yang tidak kekal, selalu naik dan turun. Jika kamu tidak menangkap momentum itu di saat terbaik, kamu akan kehilangannya” Nadiem Makarim

Sudah tidak dipungkiri lagi, bahwa masyarakat Indonesia sudah kenal dengan yang namanya Gojek, sistem transportasi berbasis online yang terlah berhasil menyediakan ratusan ribu lapangan pekerjaan dan mempermudah kita masyarakat Indonesia dalam bepergian.

Gojek sendiri didirikan oleh Nadhiem Makariem dari hasil pengamatannya melihat permasalahan yang terjadi di Indonesia dalam bidang transportasi publik. Awalnya Nadhiem Makariem adalah pengguna setia ojek pangkalan, namun selama menjadi pelanggan opang, dia merasakan berbagai macam masalah baik dari segi penggunaan maupun penyediaan opang yang selama ini dia ajak ngobrol.

Nah, hasil dari pengamatannya tersebut menumbuhkan inspirasi di kepalanya untuk membangun perusahaan Gojek. Yang bisa kita ambil dari kejadian ini, jika saja saat itu Nadhiem tidak berani mengambil keputusan mendirikan Gojek, maka Gojek tidak akan bisa sesukses sekarang ini. Jadi anda sebagai pebisnis tidak boleh sekalipun lengah dalam melihat peluang, karena peluang itu tidak datang kedua kali.

4. Steve Jobs (Apple)

Jangan Terlalu Fokus Pada Keuntungan

“Jika Anda selalu fokus ke profit dan keuntungan, Anda akan mengurangi kualitas produk. Namun jika Anda fokus untuk menghasilkan produk yang luar biasa, maka profit dan keuntungan akan mengikuti” Steve Jobs

Steve Jobs menganggap bahwa jika kita terlalu terpaku kepada mengambil keuntungan, kita cendurung akan mengabaikan kualitas produk. Sebaliknya, jika kita fokus dalam membuat produk yang berkualitas, maka keutungan akan mengikutinya.

Walaupun sebenarnya memikirkan keuntungan itu tidak salah, namun di sisi lainnya anda harus memikirkan mutu produk atau layanan yang anda berikan kepada konsumen. Karena produk yang berkualitas akan mendapatkan nilai tinggi di mata masyarakat.

Dengan memfokuskan pada produk yang tepat dan inovatif Anda berkesempatan mendapatkan profit dan keuntungan juga bisa semakin besar.

Baca Juga : 5 Sektor Ekonomi di Indonesia Yang Terkena Dampak Covid-19

5. Larry Page (Google)

Kegagalan Merupakan Kesuksesan Yang Tertunda

“Terkadang, satu-satunya cara untuk sukses adalah dengan mengalami banyak kegagalan terlebih dahulu” Larry Page.

Biasanya sebuah kegagalan akan dihindari oleh para pebisnis kebanyakan. Tetapi tidak dengan Larry Page, seorang pendiri Google. Page pernah mengatakan bahwa kadang satu-satunya cara agar bisa sukses adalah mengalami kegagalan lebih dulu.

Hal ini sama seperti kata pepatah kuno, yang mengatakan “kegagalan adalah guru yang terbaik”

Dengan banyaknya kegagalan, bisa membuat orang belajar dan membuat mentalitas seseorang semakin kuat dalam mencari jalan keluar pada setiap masalah. Inilah yang telah dibuktikan oleh Larry Page dengan google.

Tetapi siapa sangka, Larry Page dan Sergey Brin 2 pendiri google sempat mengalami 3 kali penolakan saat menjual aset Google. Karena penolakan ini lah yang membuat mereka mengambil keputusan untuk mengembangkan Google hingga seperti sekarang ini.

Jadi hanya kegagalan yang bisa membuat seseorang belajar dari kesalahan hingga mencapai kesuksesannya.